logo koperasi indonesia

Laman Resmi Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera

Pelatihan Budidaya Bawang Merah Mendorong Inovasi dan Kolaborasi Pertanian

Desa Muai menjadi saksi atas langkah terobosan dalam sektor pertanian dengan diadakannya pelatihan budidaya bawang merah pada tanggal 1-2 April 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di Halaman Kantor Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera dan dihadiri oleh peserta dari berbagai desa sekitar, termasuk Pulau Pinang. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Plan B, dan Panemas, yang menghadirkan instruktur terkemuka dalam bidangnya, Jurgen N, CO Founder Panemas.

Metode penyemaian biji bawang merah menjadi fokus utama pelatihan, dengan Jurgen menekankan efisiensi dan keberlanjutan dalam praktik pertanian. Peserta diberikan panduan praktis tentang teknik budidaya, sambil ditekankan pentingnya menjaga ekosistem lingkungan dalam praktik pertanian. Jurgen menegaskan bahwa bawang merah yang dihasilkan akan menjadi bawang organik pertama di Kalimantan Timur, menandai langkah penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Ketua Koperasi Belayan Sejahtera, Jamaluddin, menyampaikan rencananya untuk mendukung program ini secara serius dengan melakukan uji coba di dua lokasi setelah perayaan Lebaran, atau paling lambat awal bulan Mei. Uji coba ini akan dilakukan di lahan baru atau yang tidak memiliki tanaman kelapa sawit, serta dengan penerapan intercropping di lahan yang baru direplantasi. Dukungan dari Plan B melalui program Abler Nordic juga memberikan dorongan yang signifikan, dengan penawaran bantuan pinjaman bagi petani yang tertarik untuk terlibat dalam budidaya bawang merah namun terkendala biaya.

Kolaborasi lintas desa dan profesi yang terjadi dalam pelatihan ini mencerminkan semangat inovasi dan keberlanjutan dalam sektor pertanian. Diharapkan bahwa melalui upaya bersama ini, para petani lokal akan dapat mengadopsi praktik-praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan mendukung kemakmuran jangka panjang bagi komunitas mereka. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian dalam sektor pertanian.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *