Sejarah dan Perkembangan

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera dibentuk pada 10 Juni 2002 oleh 30 pendiri yang berasal dari Kutai Kartanegara. Latar belakang pendiriannya terkait dengan kehadiran industri kelapa sawit di daerah tersebut, yang mendorong perlunya entitas koperasi sebagai mitra perusahaan dalam kerangka kemitraan. Meskipun dihadapkan pada tantangan aksesibilitas yang sulit, para pendiri dengan gigih mengatasi segala rintangan untuk membangun koperasi, mengorbankan segala hal mulai dari tenaga, waktu, hingga dana.
Seiring berjalannya waktu, koperasi mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 2023, keanggotaan koperasi telah mencapai 1067 orang. Unit-unit usaha juga berkembang, dari hanya satu unit jasa penjualan tandan buah segar menjadi lima unit usaha yang beragam.
Visi dan Misi
Visi:
Menjadi garda terdepan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat di dataran sungai belayan pada umumnya serta membangun kesejahteraan anggota pada khususnya.
Misi:
- Mengembangkan Kesejahteraan Anggota
- Mengembangkan Infrastruktur
- Mengintegrasikan Prinsip Ekonomi Kerakyatan
- Mendukung anggota dalam mencapai sertifikasi berkelanjutan dan berfokus pada pertanian yang ramah lingkungan
- Mengadopsi Teknologi dan Digitalisasi
- Diversifikasi Unit Usaha: Terus berinovasi dalam mengembangkan unit usaha
- Menjalin kerjasama yang lebih erat dengan pemerintah dan pihak-pihak lainnya
Struktur Organisasi dan Manajemen
Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera tidak hanya sebuah entitas bisnis, tetapi juga merupakan komunitas yang didedikasikan untuk kemakmuran bersama. Di pusatnya adalah kekuatan kolektif dari para anggota, yang secara demokratis memimpin arah dan keputusan melalui rapat anggota. Ini adalah fondasi yang kokoh yang membawa koperasi menuju visi keberlanjutan dan kesejahteraan bagi semua yang terlibat.

Rapat Anggota adalah panggung utama di mana arus keputusan berlangsung. Semua keputusan strategis, mulai dari rencana jangka pendek hingga visi jangka panjang, diperdebatkan dan diputuskan bersama. Dari sini, tim penerima mandat terpilih, yang terdiri dari Pengurus dan Pengawas Koperasi, bertanggung jawab untuk mewujudkan keputusan ini ke dalam aksi yang nyata.

Pengurus Koperasi, yang dipimpin oleh Ketua, memiliki tanggung jawab eksekutif sehari-hari. Mereka adalah penggerak utama di balik operasional harian dan pengelolaan berbagai unit usaha koperasi. Dengan Sekretaris dan Bendahara di sisinya, mereka membentuk tim yang tangguh dalam merancang, melaksanakan, dan mengelola program-program koperasi.
Tidak hanya itu, transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang dipegang teguh. Setiap tahun, Pengurus memberikan laporan terperinci tentang kinerja koperasi dalam rapat anggota tahunan. Ini bukan hanya tindakan rutin, tetapi juga momen penting di mana anggota memiliki kesempatan untuk mengevaluasi, memberikan masukan, dan memberikan arah baru bagi koperasi.
Tetapi yang membuat Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera begitu unik adalah jaringan unit usaha yang beragam. Dari jasa penjualan TBS hingga minimarket, setiap unit usaha memiliki manajer yang berdedikasi untuk memastikan operasi berjalan lancar.
Ketika kita membayangkan koperasi ini, kita melihat lebih dari sekadar bisnis. Kita melihat komunitas yang berjuang bersama untuk mencapai kesuksesan ekonomi yang berkelanjutan. Itulah yang membuat Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera begitu menarik dan bermakna bagi semua yang terlibat.
Profil Petani Swadaya
Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera memiliki keanggotaan yang sangat heterogen, mencakup berbagai bangsa dari seluruh penjuru Indonesia. Suku-suku asli seperti Dayak dan Kutai telah bersatu dengan suku-suku lain seperti Batak, Jawa, Timur, Buton, Toraja, Mandar, Makassar, dan suku lainnya. Hal ini mencerminkan keragaman budaya dan kesatuan dalam upaya menuju kesejahteraan bersama.


Kebun-kebun anggota koperasi perkebunan belayan sejahtera, tersebar di beberapa desa. Secara total, kebun anggota koperasi yang terdata adalah seluas 3.227 Ha. Dari data sebaran anggota, sekitar 63% berasal dari Desa Muai, 15% dari Desa Kembang Janggut, 14% dari Desa Kelekat, dan 4% dari Desa Bukit Layang. Saat ini telah berkembang ke beberapa desa lainnya, seperti Desa Perdana, Desa Hambau, dan Desa Longbleh Modang. Penyebaran anggota yang merata ini menunjukkan partisipasi yang aktif dari berbagai komunitas dalam koperasi.

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera berkomitmen untuk memberdayakan setiap anggotanya, tanpa memandang latar belakang etnis atau budaya. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan, koperasi berusaha menciptakan lingkungan inklusif yang memungkinkan setiap petani untuk berkembang dan meraih kesejahteraan.
Komitmen Koperasi Terhadap Pengembangan Masyarakat
Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera tidak hanya berfokus pada kesejahteraan anggotanya, tetapi juga aktif memberikan dukungan kepada desa-desa di sekitarnya. Melalui berbagai program, koperasi berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup dan memajukan masyarakat setempat.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah dalam bidang infrastruktur, seperti bantuan perbaikan jalan, yang sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di daerah tersebut. Selain itu, koperasi juga turut mendukung kegiatan kepemudaan, keagamaan, dan lingkungan, sebagai bagian dari komitmen untuk membangun komunitas yang berkelanjutan.

Koperasi menjalin kemitraan dengan SMK Negeri 1 Kembang Janggut dalam upaya meningkatkan pemasaran produk atau karya yang dihasilkan oleh siswa-siswi. Ini tidak hanya memberikan peluang bagi siswa-siswi untuk mengembangkan keterampilan dan bakat mereka, tetapi juga membantu dalam mempromosikan ekonomi lokal.

Selain itu, koperasi juga memberikan dukungan kepada siswa-siswi SMP melalui program beasiswa yang didanai menggunakan insentif dari sertifikasi RSPO. Langkah ini tidak hanya memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat sekitar.

Koperasi mengalokasikan 5% dari insentif RSPO untuk mendukung pembangunan sosial, pendidikan, dan infrastruktur di desa-desa sekitar. Langkah ini memastikan bahwa manfaat dari keberhasilan koperasi juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat, membantu meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Selain itu, koperasi juga menetapkan kebijakan yang mengalokasikan 5% dari Sisa Hasil Usahanya (SHU) untuk dana sosial, 5% untuk dana pendidikan, dan 5% untuk dana pembangunan daerah sekitar. Hal ini menunjukkan keseriusan koperasi dalam mendukung pendidikan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan memperbaiki infrastruktur di lingkungan sekitarnya.
Dengan langkah-langkah ini, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera tidak hanya menjadi motor ekonomi bagi anggotanya, tetapi juga menjadi agen perubahan yang positif dalam memajukan dan memperkuat komunitas lokal secara menyeluruh.
