Perjalanan Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Menuju Keberlanjutan
“Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera berdiri sebagai pionir keberlanjutan dalam industri kelapa sawit, berharap menjadi sumber inspirasi bagi masa depan yang lebih cerah.”
Di tengah medan yang keras dan tantangan yang melanda petani sawit di Dataran Sungai Belayan, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera bangkit sebagai cahaya harapan bagi masa depan yang lebih baik. Meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan yang menguji tekad dan ketahanan kami setiap hari, koperasi ini menegaskan keberadaannya sebagai pionir dalam membawa keberlanjutan ke industri ini.
Awalnya, langkah-langkah menuju sertifikasi minyak sawit berkelanjutan bukanlah perjalanan yang mudah. Baik ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) maupun RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), setiap langkahnya memunculkan tantangan besar, namun kami tidak gentar. Memulai perjalanan dengan 157 petani dan luasan kebun mencapai 588 hektar pada tahun 2021, kami menggalang dukungan melalui program sosialisasi dan RAT (Rapat Anggota Tahunan) , sehingga berhasil memperoleh dukungan untuk program sertifikasi pada awal tahun 2022.
Pada tahun 2022, melalui pelatihan best management practice kepada 864 petani, kami bekerjasama dengan PT Planb – Abler Nordic, membimbing para petani untuk memahami pentingnya tata kelola kebun yang baik dan benar, yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan menghormati hak asasi manusia.
Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti masalah legalitas lahan dan pemahaman tentang fungsi kawasan, kami terus berusaha memperbaiki situasi. Dengan komitmen untuk memperkuat sumber daya manusia melalui pelatihan dan investasi dalam kesehatan dan keselamatan kerja, kami tidak pernah menyerah.
Pada akhir tahun 2023, hasil kerja keras kami mulai terbayar. Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menjadi koperasi pertama yang mendapatkan sertifikat RSPO di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pada bulan November 2023, kami kembali melibatkan 174 petani anggota baru dengan luasan lahan mencapai 725 hektar dalam sertifikasi RSPO. Peningkatan jumlah petani yang terlibat mencapai 111%, mencapai total 331 petani dengan luas lahan 1.313 Ha lahan petani yang tersertifikasi.
Selain itu, pada tahun yang sama, kami juga memulai proses sertifikasi ISPO, menandai langkah lebih lanjut menuju keberlanjutan. Dengan 124 petani dan 461,29 Ha, kami menunjukkan komitmen yang tak kenal lelah terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan.
Di balik semua pencapaian ini, keberadaan Sungai Belayan sebagai latar belakang yang memukau mengingatkan kita akan keindahan alam pedalaman Kutai Kartanegara. Sungai ini bukan hanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai spesies unik, seperti pesut Mahakam dan buaya sumpit. Kehadiran beragam satwa liar ini menandai keanekaragaman ekosistem sungai yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Terletak di hulu Sungai Mahakam, kantor operasional Kopbun Belayan Sejahtera berada kurang lebih 279 km dari titik nol Ibu Kota Negara Nusantara. Jarak yang jauh dari pusat pemerintahan menambah tantangan bagi upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan di sekitarnya.
Tantangan dan Hambatan
Dalam perjalanan menuju keberlanjutan pada praktik pertanian kelapa sawit, kita tidak bisa mengabaikan berbagai tantangan dan hambatan yang kompleks.

Dalam rangka membuka pemahaman lebih dalam mengenai hal ini, kami menyusun sebuah matriks untuk merangkum dengan jelas beragam masalah yang dihadapi, mulai dari legalitas lahan hingga hak asasi manusia, termasuk juga dalam aspek yang sensitif seperti ruang aman bagi perempuan dan anak-anak dari kekerasan dan pelecehan seksual.
Daftar berikut ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga memberikan langkah-langkah solutif untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, menjadikannya sebagai alat yang sangat berguna dalam merencanakan strategi untuk mencapai keberlanjutan yang lebih baik dalam praktik pertanian kelapa sawit:
- Legalitas lahan.
- Kerjasama dengan lembaga atau pemerintah setempat untuk memfasilitasi proses legalisasi lahan.
- Pelatihan dan pendampingan untuk membantu petani dalam mengurus dokumen legalitas.
- Asal usul bibit.
- Penyediaan bibit berkualitas dan bersertifikat untuk memastikan keberlanjutan tanaman
- Pelatihan tentang pemilihan dan perawatan bibit yang tepat.
- Tumpang tindih kepemilikan Lahan.
- Mediasi antara pihak-pihak yang terlibat untuk mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan.
- Pendampingan hukum untuk menyelesaikan masalah kepemilikan lahan yang tumpang tindih.
- Biaya pendataan.
- Penyediaan layanan pendampingan untuk membantu petani melalui proses pendataan dengan efisien.
- Mengajak para petani secara swadaya membiayai kebutuhan pendataan.
- Biaya pemeliharaan.
- Pelatihan tentang praktik pertanian yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengurangi biaya pemeliharaan.
- Subsidi atau program bantuan untuk membantu petani dalam pembelian input pertanian yang dibutuhkan.
- Pemahaman petani tentang pemeliharaan kebun.
- Program pelatihan dan penyuluhan yang berkelanjutan tentang praktik pertanian yang ramah lingkungan.
- Penyediaan informasi dan sumber daya untuk membantu petani memahami dampak aktivitas pertanian terhadap lingkungan.
- Petani belum memahami tentang manfaat NKT-HCV.
- Program penyuluhan tentang manfaat dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan habitat alam.
- Pengembangan sistem insentif untuk mendorong petani agar mematuhi standar NKT-HCV.
- Kebiasaan atau ketergantungan pada bahan kimia.
- Program pendidikan dan pelatihan tentang alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan.
- Pengawasan ketat terhadap penggunaan bahan kimia dan penyediaan alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.
- Akses Bahan Organik.
- Penyediaan bantuan atau subsidi untuk membantu petani dalam memperoleh bahan organik.
- Kerjasama dengan pemasok atau produsen lokal untuk meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas bahan organik.
- Akses mekanisasi peralatan perawatan kebun.
- Program pembiayaan atau sewa-menyewa peralatan pertanian dengan biaya terjangkau bagi petani.
- Pendampingan teknis untuk mengoperasikan dan merawat peralatan dengan efektif.
- Keterbatasan Sumber daya Manusia.
- Pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani.
- Penyediaan bantuan atau dukungan psikososial untuk membantu petani mengatasi tantangan dan stres sehari-hari.
- Ketersediaan Akses Kesehatan.
- Penyediaan layanan kesehatan primer atau program pengobatan yang dapat diakses oleh petani dengan biaya terjangkau.
- Kerjasama dengan lembaga kesehatan setempat untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses.
- Ketersediaan alat pelindung diri (APD).
- Penyediaan APD secara gratis atau subsidi untuk petani.
- Kampanye kesadaran dan penyuluhan tentang pentingnya menggunakan APD dalam aktivitas pertanian.
- Mekanisasi alat-alat panen.
- Program pembiayaan atau sewa-menyewa peralatan panen yang terjangkau bagi petani.
- Pelatihan tentang penggunaan dan perawatan alat-alat panen yang efektif dan aman.
- Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak.
- Penyediaan pelatihan dan kesadaran tentang hak-hak perempuan dan anak di lingkungan pertanian.
- Penciptaan kebijakan dan mekanisme perlindungan untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual.
Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, kita berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua anggota koperasi perkebunan belayan sejahtera, sehingga keberlanjutan dalam praktik perkebunan kelapa sawit dapat terwujud dengan lebih baik.
Pencapaian dan Penghargaan

Setelah kami memperoleh sertifikasi sawit berkelanjutan, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera dengan bangga mencatat sejumlah pencapaian yang signifikan. Dengan tekad yang kuat untuk mengimplementasikan praktik pertanian berkelanjutan, kami berhasil meraih kemajuan yang luar biasa dalam produksi kelapa sawit kami.
Dalam dua tahun terakhir, kami berhasil meningkatkan produksi sebesar 26%, yang mana jumlahnya melonjak dari 41.683 ton pada tahun 2021 menjadi 52.667 ton pada tahun 2023. Capaian ini tidak hanya mencerminkan efisiensi operasional kami, tetapi juga merupakan bukti nyata dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara berkelanjutan.
Selain itu, keberhasilan kami tidak hanya tercermin dalam aspek produksi. Kami juga dengan bangga mendapatkan pengakuan dari Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara dengan diberikannya predikat sebagai koperasi sehat. Penghargaan ini menegaskan bahwa kami tidak hanya beroperasi secara efisien, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip-prinsip kesehatan dan kesejahteraan dalam aktivitas kami.

Tidak hanya itu, keberhasilan kami diakui lebih lanjut ketika koperasi kami diusulkan sebagai Calon Peserta Program Akselerasi Koperasi Modern 2024 oleh Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara. Usulan ini menandai pengakuan atas kontribusi kami dalam mengembangkan koperasi sebagai model bisnis yang modern dan berkelanjutan di wilayah kami.
Penghargaan dan usulan ini memberikan dorongan tambahan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan berinovasi dalam semua aspek operasional kami. Kami bertekad untuk memanfaatkan setiap kesempatan ini untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi anggota koperasi, komunitas, dan lingkungan sekitar.
Namun, pencapaian kami tidak berhenti di situ. Kami juga berhasil menambah tiga unit usaha sekaligus, yakni minimarket, penjualan sparepart dan bengkel, serta warung kopi. Langkah ini kami ambil untuk diversifikasi usaha dan memberikan layanan yang lebih lengkap kepada anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
Membawa Koperasi Ke Arah Digitalisasi
Selain itu, kami juga melangkah ke arah digitalisasi dengan membangun aplikasi keuangan dan pengelolaan usaha yang kami beri nama E-KBS (Kopbun Belayan Sejahtera Elektronik)

Aplikasi E-KBS merupakan inisiatif yang muncul sebagai langkah lanjutan dalam mendukung kerangka kerja keberlanjutan, terutama setelah berhasil mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Keberhasilan dalam mendapatkan sertifikasi RSPO menandakan bahwa Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera telah memenuhi standar internasional dalam praktik pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan, termasuk aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
E-KBS menjadi bagian integral dalam memperkuat upaya keberlanjutan tersebut dengan mengimplementasikan digitalisasi sistem koperasi. Dukungan dari sistem sertifikasi RSPO memberikan legitimasi pada upaya digitalisasi ini, karena menunjukkan komitmen Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera untuk terus meningkatkan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan demikian, E-KBS tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan usaha, tetapi juga merupakan bukti konkret dari komitmen koperasi terhadap praktik pertanian yang berkelanjutan, yang telah diakui oleh standar internasional seperti RSPO.
Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Dengan capaian dan komitmen yang telah kita perjuangkan bersama, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera mengukir perjalanan yang penuh inspirasi menuju keberlanjutan dalam industri kelapa sawit. Kami hadir sebagai cahaya harapan bagi masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi anggota koperasi dan mitra bisnis, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dalam perjalanan yang kami tempuh, kami tidak hanya berhasil meraih sertifikasi RSPO, tetapi juga meningkatkan produksi dengan efisiensi yang berkelanjutan. Dukungan dan penghargaan yang kami terima menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap praktik pertanian yang ramah lingkungan dan sosial diakui dan dihargai oleh berbagai pihak.
Tantangan yang kami hadapi menjadi pendorong untuk terus berinovasi dan mengambil langkah-langkah positif, seperti implementasi aplikasi E-KBS untuk digitalisasi sistem koperasi. Kami yakin bahwa melalui upaya bersama dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
Sebagai koperasi yang sudah mendapatkan sertifikasi RSPO, kami berharap menjadi sumber inspirasi bagi koperasi lainnya dalam upaya mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Melangkah bersama, kami membawa harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi industri kelapa sawit dan masyarakat setempat.
Kami mengakui bahwa perjalanan menuju keberlanjutan tidak akan pernah mudah, dan sering kali terasa seperti berjalan di atas tanah licin yang selalu ingin menjatuhkan kami. Namun, kami tetap berkomitmen untuk berusaha, meskipun hanya berharap bahwa langkah-langkah kami akan membawa sedikit cahaya dalam kegelapan yang melanda. Dengan harapan yang rapuh, kami melangkah maju, tidak tahu apa yang akan kami temui di ujung perjalanan, tetapi dengan keyakinan bahwa setiap langkah kecil menuju perubahan adalah langkah yang berharga.

