Muai, Kutai Kartanegara — Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Selasa, 17 Februari 2026 di Gedung BPU Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut. Forum tertinggi dalam tata kelola koperasi ini dilaksanakan untuk mempertanggungjawabkan kinerja pengurus dan pengawas selama satu tahun buku sekaligus menyusun rencana kerja koperasi untuk Tahun Buku 2026.
Rapat tersebut dihadiri lebih dari 500 anggota yang merupakan perwakilan dari 15 kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), perwakilan Kecamatan Kembang Janggut, serta Kepala Desa Muai.
Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Jamaluddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola unit usaha dan anggota koperasi yang telah memberikan dukungan dan partisipasi aktif selama Tahun Buku 2025. Menurutnya, capaian koperasi selama tahun tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur organisasi.
“Tanpa kerja keras tim pengelola dan dukungan luar biasa dari anggota, sulit rasanya bagi pengurus mencapai capaian seperti saat ini. Tahun 2025 kita berhasil mencapai sekitar 102 persen dari target omzet yang telah direncanakan,” ujar Jamaluddin
Dalam laporan yang disampaikan kepada anggota, koperasi berhasil mencatat omzet kotor sebesar Rp29.422.635.494 sepanjang Tahun Buku 2025. Angka tersebut melampaui target yang sebelumnya ditetapkan dalam rencana anggaran koperasi sebesar Rp28.573.765.406.
Selain kinerja usaha yang meningkat, koperasi juga melaporkan perkembangan organisasi yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Tahun Buku 2025 jumlah anggota koperasi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada awal tahun, jumlah anggota tercatat sebanyak 1.129 orang, kemudian bertambah 122 anggota baru sepanjang tahun berjalan. Sementara itu terdapat 14 anggota yang keluar, baik karena meninggal dunia, pindah domisili, maupun memilih bergabung dengan koperasi lain. Dengan demikian, jumlah anggota hingga akhir Tahun Buku 2025 mencapai 1.223 orang.
Pertumbuhan anggota tersebut turut diikuti oleh peningkatan luasan lahan yang dikelola oleh anggota koperasi. Pada tahun sebelumnya, total luasan kebun anggota tercatat sekitar 3.462 hektare, kemudian meningkat menjadi sekitar 3.973 hektare pada akhir tahun 2025. Peningkatan luasan lahan ini turut memperkuat potensi produksi tandan buah segar (TBS) anggota serta memperbesar peluang pengembangan berbagai unit usaha koperasi.
Koperasi Belayan Sejahtera sendiri saat ini mengelola berbagai unit usaha yang mendukung kegiatan ekonomi anggota, antara lain unit usaha perdagangan TBS, penyediaan sarana produksi pertanian (saprodi), jasa alat berat, bengkel dan sparepart, minimarket, coffee shop, pembibitan (nursery), hingga layanan pinjaman bagi anggota. Sinergi antarunit usaha tersebut dinilai mampu memperkuat perputaran ekonomi di lingkungan koperasi.
Sekretaris Camat Kembang Janggut, H. Subli, yang hadir mewakili pihak kecamatan, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas perkembangan koperasi yang dinilainya mampu menjadi contoh bagi koperasi lain di wilayah Kutai Kartanegara.
“Kebetulan saya juga pengurus koperasi. Kami menjadikan Koperasi Belayan Sejahtera sebagai salah satu role model. Namun kita juga perlu mengingat bahwa dominasi ekonomi sawit juga dapat menjadi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, kita perlu mulai memikirkan alternatif nafkah atau sumber pendapatan selain sawit,” ujarnya. Menurutnya, diversifikasi ekonomi menjadi penting agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada satu komoditas saja.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Endri Rosandi, S.Sos, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam sambutannya, ia bahkan berkelakar bahwa pihak dinas hampir tidak memiliki pilihan lain ketika ada pihak yang menanyakan koperasi terbaik di daerah tersebut.
“Kalau ada yang bertanya kepada kami, koperasi mana yang paling baik di Kutai Kartanegara, dengan lugas kami sebut Koperasi Belayan Sejahtera,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta rapat.
Selain kinerja usaha, koperasi juga mencatat sejumlah capaian penting di bidang kelembagaan. Pada Tahun Buku 2025, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera memperoleh penghargaan sebagai Koperasi Perkebunan Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangkaian kegiatan Hari Tani Nasional yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Koperasi juga menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai koperasi yang berhasil memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) secara mandiri, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen koperasi dalam menerapkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Tidak hanya di tingkat nasional, koperasi juga memperoleh pengakuan di tingkat internasional melalui peringkat B dari Carbon Disclosure Project (CDP), sebuah organisasi global yang mengelola sistem pengungkapan data lingkungan. Pencapaian ini menempatkan Koperasi Belayan Sejahtera sebagai salah satu koperasi yang mulai terlibat dalam sistem pelaporan lingkungan global.
Selain berfokus pada pengembangan usaha, koperasi juga terus menunjukkan kontribusinya terhadap pembangunan sosial di wilayah sekitar. Sepanjang Tahun Buku 2025, koperasi menyalurkan sebagian Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pembangunan fasilitas masyarakat.
Dukungan tersebut antara lain diberikan kepada lembaga keagamaan seperti masjid, gereja, dan langgar, bantuan kegiatan kepemudaan melalui Karang Taruna, serta berbagai kegiatan sosial masyarakat di Desa Muai dan wilayah sekitarnya. Koperasi juga memberikan bantuan peralatan kesehatan bagi fasilitas pelayanan kesehatan desa serta dukungan sembako dan sayuran segar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pendidikan, koperasi menjalankan program Beasiswa Sawit Berkelanjutan serta memberikan dukungan bagi beberapa sekolah di wilayah sekitar. Sementara di sektor pembangunan, koperasi turut membantu perbaikan jalan desa yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Dalam RAT tersebut, pengurus juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi koperasi ke depan, di antaranya dinamika harga komoditas, kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola organisasi seiring dengan semakin berkembangnya unit usaha koperasi.
Agenda Strategis Koperasi Tahun 2026
Sebagai bagian dari agenda rapat, pengurus juga memaparkan rencana kerja koperasi untuk Tahun Buku 2026 yang difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi, peningkatan profesionalisme pengelolaan unit usaha, serta pengembangan kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi anggota.
Salah satu langkah penting yang akan dilakukan koperasi pada tahun mendatang adalah pembangunan sistem keuangan yang lebih modern melalui digitalisasi pencatatan dan pelaporan keuangan. Selain itu, koperasi juga merencanakan pelaksanaan audit laporan keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan kredibilitas kelembagaan.
Di bidang pembiayaan dan penguatan usaha anggota, koperasi juga merencanakan untuk mengakses program Dana Bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi. Skema pembiayaan ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pengembangan usaha anggota, termasuk rencana program peremajaan kebun kelapa sawit (replanting) secara bertahap bagi petani anggota.
Sementara itu, untuk pengembangan unit usaha perdagangan, koperasi juga merencanakan perluasan unit usaha minimarket yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi anggota. Pengembangan unit ini akan dilakukan melalui skema partisipasi investasi anggota, sehingga anggota memiliki kesempatan untuk ikut memperkuat permodalan sekaligus merasakan manfaat langsung dari perkembangan usaha koperasi.
Selain itu, koperasi juga berencana membangun gudang transit di wilayah Berkat untuk menjangkau anggota yang berada di wilayah Kecamatan Kembang Janggut hingga daerah Sinyiur. Fasilitas ini diharapkan dapat memperlancar distribusi sarana produksi pertanian serta meningkatkan pelayanan koperasi kepada anggota yang berada di wilayah yang lebih jauh dari pusat desa.
Di sektor perkebunan, koperasi juga menargetkan peningkatan penerbitan Land ID baru bagi anggota sebagai upaya memaksimalkan kuota produksi TBS yang dapat disalurkan melalui kemitraan dengan PT Rea Kaltim Plantations. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok industri kelapa sawit.
Koperasi juga menargetkan perluasan jumlah petani yang tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Upaya ini akan disertai dengan berbagai kegiatan pelatihan bagi petani anggota guna meningkatkan kapasitas budidaya, kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, serta pengelolaan kebun yang lebih produktif.
Selain fokus pada usaha inti, koperasi juga mulai mengembangkan berbagai inisiatif ekonomi sirkular. Salah satunya adalah rencana pengembangan usaha bataringan yang memanfaatkan limbah abu boiler pabrik kelapa sawit sebagai bahan produksi pupuk organik, bekerja sama dengan kelompok tani organik di wilayah sekitar.
Di sisi lain, koperasi juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial desa, termasuk mendukung berbagai program masyarakat seperti mitigasi banjir, pengelolaan sampah desa, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan pelayanan kesehatan masyarakat, serta pengembangan potensi wisata desa.
Dengan berbagai agenda tersebut, koperasi berharap dapat memperkuat perannya tidak hanya sebagai lembaga ekonomi anggota, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan