Kutai Kartanegara, 16 Mei 2024 – Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera baru saja menyelesaikan audit eksternal tahap kedua untuk Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Mei 2024. Audit ini dilaksanakan oleh PT Mutuagung Lestari sebagai badan sertifikasi yang ditunjuk. Tim audit terdiri dari tiga orang auditor yang masing-masing bertugas mengevaluasi kesesuaian prinsip, kriteria, dan indikator sesuai dengan standar ISPO.
Sertifikasi ini melibatkan 127 petani dengan total luas lahan mencapai 461 hektar. Sebagaimana diketahui, Sertifikasi ISPO merupakan kewajiban bagi pekebun maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020. Prinsip, kriteria, dan indikator ISPO lebih lanjut dijabarkan dalam Permentan RI Nomor 38 Tahun 2020. Pada tahun 2025, diharapkan 100% pekebun dan perusahaan kelapa sawit di Indonesia sudah tersertifikasi ISPO. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menjadi yang pertama memulai langkah ini, menandai sebuah pencapaian penting bagi daerah tersebut.
Proses audit yang berlangsung selama tiga hari ini meliputi berbagai tahapan, mulai dari opening meeting, konsultasi publik dengan para pemangku kepentingan, audit dokumen, observasi lapangan, hingga wawancara langsung dengan petani anggota koperasi. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua praktik perkebunan sesuai dengan prinsip, kriteria, dan indikator ISPO.
Dalam closing meeting yang diadakan pada 16 Mei 2024, tim audit menyimpulkan bahwa tidak ditemukan ketidaksesuaian terhadap prinsip, kriteria, dan indikator ISPO. Hal ini menunjukkan bahwa Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera telah menjalankan praktik tata kelola perkebunan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Jamaluddin, Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Ini adalah pencapaian yang sangat baik. Saya bangga dengan apa yang sudah dibangun oleh para petani dan tim Internal Control System (ICS). Setelah proses ini, kita tinggal menunggu hasil verifikasi internal dari badan sertifikasi, untuk kemudian diterbitkan sertifikat ISPO-nya. Ini akan menjadi kado untuk ulang tahun koperasi pada 10 Juni 2024 nanti, sekaligus menjadi kado untuk Kabupaten Kutai Kartanegara, karena untuk pertama kalinya, kami menjadi koperasi yang mendapatkan sertifikat ISPO,” ujarnya.
Koperasi ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses ini. Mulai dari Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Kecamatan Kembang Janggut, Pemerintah Desa Muai, Desa Kelekat, Desa Bukit Layang, dan pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan tanpa kenal lelah.
Selain itu, koperasi juga ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Plan B-Abler Nordic sebagai pendamping dalam proses sertifikasi ini. Dukungan mereka telah memberikan kontribusi besar dalam kelancaran dan keberhasilan proses audit. Tidak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Fortasbi, yang telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam proses audit ISPO ini.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera berhasil melewati audit ini tanpa adanya ketidaksesuaian terhadap prinsip, kriteria, dan indikator ISPO. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi koperasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pekebun kelapa sawit lainnya di daerah ini. Dengan adanya sertifikasi ISPO, diharapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat semakin berkembang di Indonesia.


Tinggalkan Balasan