Sejak mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) pada Januari 2023, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KBS) terus menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mewujudkan prinsip-prinsip keberlanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit. Dalam waktu singkat, koperasi ini telah mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan yang tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan internal, tetapi juga terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Atas semua pencapaian ini, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terus mendukung dan bekerjasama dengan koperasi. Terimakasih kami ucapkan kepada pemerintah Desa, Kecamatan, hinggak Kabupaten. Tidak lupa juga, kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan pendamping dari Abler Nordic dan PT Plan B. Serta mitra usaha koperasi PT Rea Kaltim Plantations & Grup, yang terus setia memberikan dukungan dan apresiasinya.
Pertumbuhan Anggota dan Luas Lahan Tersertifikasi
Pada audit surveillance pertama (ASA 1), KBS berhasil meningkatkan jumlah petani yang tergabung dalam skema sertifikasi lebih dari 100%, dari semula 157 petani menjadi 331 petani. Total luas lahan yang tersertifikasi pun bertambah dari 578 hektar menjadi 1.331 hektar. Angka ini menunjukkan bukan hanya pertumbuhan koperasi secara internal, tetapi juga komitmen seluruh anggota untuk bersama-sama beralih menuju praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
Melalui proses sertifikasi ini, KBS berhak mengklaim kredit produk tersertifikasi sebagai berikut:
- IS-CSPKO: 565 MT
- IS-CSPO: 5.030 MT
- IS-CSPKE: 692 MT
Kredit tersebut menjadi simbol dari kontribusi koperasi dalam menciptakan produk minyak sawit yang mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan, serta upaya keras koperasi untuk menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasinya.
Laporan Penjualan Kredit RSPO: Kolaborasi Global Menuju Keberlanjutan Rantai Pasok Kelapa Sawit
Dalam menghadapi tantangan keberlanjutan di industri kelapa sawit, kolaborasi antara semua aktor di sepanjang rantai pasok menjadi sangat penting. Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera berkomitmen untuk memainkan peran kunci dalam mewujudkan rantai pasok yang lebih hijau dan berkelanjutan. Penjualan kredit RSPO yang dilakukan koperasi tidak hanya menunjukkan potensi besar dari produk berkelanjutan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa perubahan hanya dapat terjadi melalui kerja sama antara koperasi lokal, perusahaan multinasional, dan konsumen global.
Kredit RSPO Koperasi Belayan Sejahtera dijual dengan skema mass balance melalui platform perdagangan kredit RSPO yang dikenal dengan nama PalmTrace. Melalui platform ini, transaksi dilakukan baik melalui on-market deals maupun off-market deals, memberikan fleksibilitas dan akses pasar yang lebih luas bagi koperasi. Transaksi ini membantu meningkatkan transparansi dan kredibilitas dalam sistem perdagangan kelapa sawit berkelanjutan.
Laporan penjualan kredit RSPO terbaru mencatat total penjualan sebesar USD 89.020,00, yang berasal dari kolaborasi erat dengan berbagai pembeli dari seluruh dunia, antara lain:
- Nestlé S.A.: Membeli 170 MT IS-CSPKO dengan harga USD 180 per MT, menghasilkan total penjualan USD 30.600. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya hubungan antara produsen dan konsumen global dalam mendukung keberlanjutan rantai pasok pangan.
- Saraya Co Ltd: Mengakuisisi 300 MT IS-CSPKO seharga USD 125 per MT, memberikan kontribusi USD 37.500. Dukungan dari sektor non-makanan ini menjadi contoh penting bahwa setiap industri dapat berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan.
- AchieveNow B.V.: Membeli 30 MT IS-CSPKO dengan harga USD 120 per MT, menghasilkan USD 3.600. Transaksi ini menunjukkan betapa pentingnya peran Eropa sebagai pasar utama yang mendorong pertumbuhan produk berkelanjutan.
- Coop Switzerland: Membeli 60 MT IS-CSPKO seharga USD 116 per MT, menghasilkan USD 6.960. Dukungan dari sektor ritel sangat penting untuk mendorong permintaan produk berkelanjutan di tingkat konsumen akhir.
- SC Johnson and Son, Inc.: Membeli 5 MT IS-CSPKO seharga USD 115 per MT, dengan kontribusi penjualan USD 575. Meskipun kecil, transaksi ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan tidak mengenal skala.
- Felleskøpet Agri SA: Koperasi pertanian asal Norwegia ini membeli 1.030 MT IS-CSPO dengan harga USD 9,50 per MT, memberikan kontribusi USD 9.785. Sebagai koperasi, mereka mendukung keselarasan antara produsen di tingkat lokal dengan konsumen global untuk menjaga keberlanjutan.
Total dari transaksi ini tidak hanya menguntungkan petani swadaya yang tergabung dalam koperasi, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif semua aktor rantai pasok kelapa sawit—dari produsen, pengolah, hingga pembeli akhir—dalam mendorong perubahan positif menuju sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.
Penggunaan Hasil Penjualan Kredit RSPO 2024

Investasi dalam Keberlanjutan dan Diversifikasi Usaha
Salah satu prioritas utama kami adalah mendukung pengembangan sertifikasi nasional ISPO, yang menjadikan koperasi satu-satunya di Kutai Kartanegara yang berhasil mencapai sertifikasi ganda, yakni RSPO dan ISPO. Dengan mengalokasikan Rp219.223.450 untuk audit RSPO dan Rp111.085.194 untuk audit ISPO, koperasi menunjukkan tekad untuk terus berada di garis depan keberlanjutan. Ini adalah bukti bahwa sertifikasi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi alat yang digunakan untuk meningkatkan standar praktik pertanian dan memperluas akses ke pasar global.
Diversifikasi usaha juga menjadi fokus utama kami dalam menggunakan hasil penjualan kredit. Melalui investasi sebesar Rp231.419.600 untuk pengembangan unit usaha Saprodi dan Rp168.000.000 untuk pengembangan usaha bengkel, koperasi berupaya menciptakan peluang pendapatan baru bagi usaha koperasi. Lebih lanjut, kami juga menginvestasikan hasil penjualan kredit RSPO, untuk mempelajari komoditas baru diluar sawit. Dengan berinvestasi sebesar Rp24.837.006 untuk demo plot kebun bawang merah, yang bekerjasama dengan Abler Nordic, kami berharap bisa menghadirkan peluang usaha baru bagi anggota di luar sawit. Dengan langkah ini, kami tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi petani, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan lokal. Di tengah fluktuasi pasar sawit, diversifikasi menjadi kunci bagi masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Pengembangan usaha bengkel (Belayan Sperpart) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung kebutuhan anggota. Dengan investasi ini, koperasi dapat menyediakan layanan pemeliharaan dan perbaikan alat serta kendaraan petani, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas. Melalui bengkel ini, KBS berkomitmen untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada petani, sehingga mereka dapat fokus pada kegiatan pertanian yang berkelanjutan.
Kesejahteraan Anggota dan Dukungan Terhadap Komunitas
Kesejahteraan anggota tetap menjadi prioritas utama dalam penggunaan dana kredit RSPO. Sebagai bentuk apresiasi kepada petani yang telah berkontribusi, koperasi mengalokasikan Rp217.077.813 untuk pembagian premi RSPO. Anggota juga menerima paket sembako senilai Rp43.800.000 serta peralatan P3K senilai Rp6.200.000 untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka di lapangan. Kami percaya bahwa petani yang sejahtera adalah fondasi dari rantai pasok yang berkelanjutan.
Tak hanya berfokus pada kesejahteraan finansial, koperasi juga peduli pada pendidikan dan kesehatan anggota serta komunitas sekitar. Sebanyak Rp13.000.000 disalurkan untuk beasiswa pendidikan, mendukung anak-anak petani agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik. Selain itu, Rp15.000.000 digunakan untuk membantu Puskesmas Pembantu Desa dengan menyediakan alat-alat kesehatan seperti oksigen, tempat tidur bayi, dan fasilitas kantor seperti meja dan kursi. Kesehatan masyarakat adalah bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan petani, dan koperasi berkomitmen untuk terus mendukungnya.
Rekap Penggunaan Dana Penjualan Kredit RSPO
Berikut adalah rekap penggunaan dana penjualan kredit RSPO yang benar:
| LAPORAN PENJUALAN & PENGGUNAAN KREDIT RSPO | |
| Total Penjualan Kredit | Rp1.447.185.420 |
| Penggunaan | |
| Operasional ICS | Rp191.939.125 |
| Audit RSPO | Rp219.223.450 |
| Audit ISPO | Rp111.085.194 |
| Beasiswa Pendidikan | Rp13.000.000 |
| Bantuan Puskesmas Pembantu Desa | Rp15.000.000 |
| Pembagian Premi Anggota | Rp217.077.813 |
| Pembagian Sembako Anggota | Rp43.800.000 |
| Pembagian Peralatan P3K | Rp6.200.000 |
| Pengembangan Usaha Saprodi | Rp231.419.600 |
| Pengembangan Usaha Bengkel | Rp168.000.000 |
| Investasi Demoplot Kebun Bawang Merah | Rp24.837.006 |
| Pembelian Dozer | Rp129.130.000 |
| Total Penggunaan | Rp1.370.712.188 |
| Sisa Dana Penjualan Kredit | Rp76.473.232 |
Seiring dengan pencapaian ini, koperasi masih memiliki cadangan produk IS-CSPO sebanyak 4.000 MT yang belum terjual, membuka lebih banyak peluang bagi kami untuk memperluas jaringan dan menjangkau pasar baru. Kami optimis bahwa langkah ini akan semakin mengukuhkan posisi koperasi sebagai pemain kunci dalam rantai pasok sawit berkelanjutan di Indonesia.
Penutup
Tak hanya dari internal koperasi, dukungan juga datang dari mitra perusahaan, yakni PT Rea Kaltim Plantations. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para petani dalam menjalankan praktik perkebunan berkelanjutan, perusahaan memberikan bantuan jangkos (tandan kosong kelapa sawit) sebanyak 13.130 ton. Bantuan ini akan diberikan kepada setiap petani dengan alokasi 10 ton jangkos per hektar, yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan, sekaligus mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Melalui laporan ini, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi semua anggota dan masyarakat. Dengan terus berinvestasi dalam keberlanjutan dan meningkatkan kesejahteraan anggota, kami berkomitmen untuk menjadi contoh bagi koperasi lainnya di Indonesia dan dunia.
Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera percaya bahwa setiap langkah kecil menuju keberlanjutan dapat berdampak besar bagi masa depan. Bersama-sama, kita akan terus berjuang untuk mencapai tujuan tersebut dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.


Tinggalkan Balasan