SAMARINDA, 3 Desember 2024 – Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Jamaluddin, menyampaikan lima langkah akselerasi strategis dalam mendorong transformasi ekonomi, pemenuhan ketersediaan pangan, dan pengembangan energi hijau di Kalimantan Timur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB) yang digelar di Hotel Mercure Samarinda.

Jamaluddin menegaskan, pendekatan ini tidak hanya menjawab tantangan keberlanjutan tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal. Berikut lima langkah akselerasi yang disampaikan:
1. Akselerasi Penerapan Best Practices GAP
Langkah pertama adalah mempercepat penerapan praktik terbaik dalam Good Agricultural Practices (GAP) di seluruh rantai pasok perkebunan. “Dengan penerapan GAP, kita bisa meningkatkan kesejahteraan tanpa harus memperluas kawasan perkebunan,” ungkap Jamaluddin. Ia menekankan bahwa hal ini telah terbukti efektif di sektor perkebunan dan dapat direplikasi secara luas.
2. Diversifikasi Pendapatan
Jamaluddin menekankan pentingnya diversifikasi pendapatan bagi petani. “Ketahanan pangan akan lebih kuat jika perkebunan tidak hanya bergantung pada satu komoditas seperti kelapa sawit. Kita harus mendorong komoditas lain yang mendukung keberlanjutan ekonomi petani,” ujarnya.
3. Akselerasi Hilirisasi
Hilirisasi di sektor perkebunan menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Jamaluddin menyebutkan, percepatan pengembangan industri hilir dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja.
4. Regulasi yang Adil dan Ramah Pekebun Swadaya
Regulasi yang mendukung pekebun swadaya menjadi kunci keberhasilan keberlanjutan. Jamaluddin mengkritisi eksplorasi pertambangan di lahan perkebunan produktif rakyat yang dinilai bertentangan dengan semangat menuju energi hijau. “Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga keberlanjutan,” tegasnya.
5. Akselerasi Sertifikasi Berkelanjutan
Langkah terakhir adalah mempercepat sertifikasi berkelanjutan di sektor perkebunan. Menurut Jamaluddin, sertifikasi ini memberikan posisi tawar yang lebih baik di pasar global dan mendorong daya saing petani swadaya.
Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, perusahaan, dan koperasi. Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan transformasi ekonomi berbasis keberlanjutan di Kalimantan Timur.
“Langkah-langkah ini tidak hanya menjadi solusi bagi ekonomi lokal tetapi juga kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan