Desa Muai, 26 Februari 2025 – Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KPBS) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) periode buku 2024 di Balai Pertemuan Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Acara ini menjadi momentum penting bagi koperasi dalam mengevaluasi perjalanan setahun terakhir serta merumuskan strategi untuk masa depan.
Sejak pukul 08.00 pagi, sebanyak 280 anggota koperasi yang berasal dari 15 kelompok tani mulai berdatangan. Mereka disambut oleh pengurus dan Pengawas koperasi yang siap memberikan laporan pertanggungjawaban serta mengajak seluruh anggota untuk bersama-sama membangun strategi penguatan koperasi. Hadir dalam acara ini, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Taufiq Zulfian Noor, Kepala Desa Muai, Ali Husni, serta para mitra strategis koperasi seperti PT Rea Kaltim Plantations & Group, Bank BRI Cabang Kembang Janggut, PT Java Persada Mandiri, PT Plan B & Abler Nordic, dan PT Koltiva. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Dalam forum ini, pengurus koperasi memaparkan laporan pertanggungjawaban yang menunjukkan bagaimana koperasi telah mengelola tujuh unit usaha selama tahun 2024. Unit usaha tersebut meliputi Jasa Penjualan TBS, Saprodi, Alat Berat, Minimarket, Bengkel & Spare Part, Simpan Pinjam, serta Warung Kopi. Berbagai pencapaian telah diraih, meski tidak lepas dari tantangan yang harus dihadapi. Sementara pengawas koperasi, mensajikan paparan kepengawasannya selama periode buku tahun 2024.
Ketua Koperasi dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa total SHU bersih tahun 2024 mencapai Rp 1.062.738.620, mengalami pertumbuhan sebesar 22% dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini adalah bukti nyata bahwa koperasi kita semakin kuat dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi seluruh anggota,” ujarnya di tengah tepuk tangan para peserta RAT.
Lebih lanjut, Joko Susatmoko, yang ditunjuk sebagai perwakilan pengawas, menyampaikan paparan hasil penilaian pengawas selama tahun 2024. “Kami menyimpulkan, bahwa kinerja keuangan koperasi masih masuk dalam kategori cukup sehat. Meski demikian, kami mengapresiasi kinerja pengurus yang terus berupaya berbenah dan tumbuh sebagai kelembagaan petani yang sehat dalam segala aspek” Ujar Pak Joko, sapaan akrabnya.
Salah satu anggota, Daud N. Malo, mengungkapkan kepuasannya atas pencapaian koperasi. “Saya merasa bangga menjadi bagian dari koperasi ini. Kami merasakan bagaimana koperasi ini telah tumbuh dengan sangat baik, terlihat dari pertumbuhan SHU yang dipresentasikan, maupun pembangunan fisik dan peningkatan aset yang ada,” katanya dengan antusias. Ibu Wa Karabi, peserta RAT yang lainnya juga ikut memberikan komentar, “Koperasi semakin maju, anggotanya semakin sejahtera” ujarnya.
Melihat tren pertumbuhan yang positif, pengurus koperasi telah menyiapkan sejumlah strategi untuk tahun 2025. Tiga fokus utama yang akan dikerjakan adalah:
- Maksimalisasi Unit Usaha – Koperasi akan memperluas minimarket, menambah karyawan, memperluas gudang Saprodi, serta meningkatkan jasa operasional kelompok tani dari 0,5% menjadi 1%.
- Pemisahan Unit Usaha – Program sertifikasi dan pengelolaan kebun yang sebelumnya berada di bawah unit usaha TBS kini akan berdiri sendiri sebagai unit usaha untuk lebih optimal dalam pelaksanaannya.
- Pembentukan Unit Usaha Baru – Koperasi akan mendirikan unit usaha nurseri atau pembibitan kelapa sawit untuk mendukung peningkatan produktivitas kebun anggota. Selain itu, koperasi juga berencana membuka peluang investasi bagi anggota dalam unit usaha baru ini.
Dengan berbagai langkah ini, koperasi menargetkan SHU bersih tahun 2025 sebesar Rp 2,55 miliar, sebuah lonjakan besar yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi anggota.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Taufiq Zulfian Noor, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada koperasi. “Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera adalah koperasi percontohan di Kukar. Saya selalu merekomendasikan koperasi ini sebagai tempat belajar bagi koperasi lain. Ini adalah bukti bahwa pengelolaan yang baik akan menghasilkan dampak positif bagi anggotanya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Muai, Ali Husni, menegaskan bahwa koperasi telah menjadi bagian integral dalam pembangunan desa. “Kontribusi koperasi terhadap desa sangat besar, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun dukungan bagi masyarakat. Koperasi ini adalah kebanggaan Desa Muai,” ungkapnya.
Dihubungi secara terpisah, Ridwan, Mill Controller PT Rea Kaltim, turut memberikan pandangannya. “Melihat tingginya partisipasi anggota dalam RAT ini membuktikan bahwa koperasi ini dikelola dengan baik. Good management adalah kunci keberlanjutan koperasi,” tuturnya.
Ketua Koperasi dalam pidato penutupnya menegaskan bahwa koperasi akan terus menjadi wadah bagi anggotanya untuk mencapai kesejahteraan bersama. “Koperasi ini sudah berusia 22 tahun, dan perjalanan kita penuh dengan tantangan. Tapi satu hal yang tidak berubah: semangat kita untuk maju bersama. Selama anggota terus berpartisipasi dalam usaha koperasi, kesejahteraan adalah keniscayaan”, katanya penuh semangat.
Sebagai bentuk apresiasi kepada anggota, acara ditutup dengan pembagian sembako berupa beras dan minyak goreng, serta pembagian SHU kepada anggota. Wajah-wajah bahagia anggota yang menerima manfaat dari koperasi menjadi bukti bahwa koperasi ini bukan hanya sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga rumah bagi kebersamaan dan kesejahteraan.
Dengan semangat yang semakin membara, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera terus menatap masa depan dengan optimisme. Tahun 2025 menjadi tahun penuh tantangan dan peluang baru yang siap dijalani dengan strategi yang matang dan komitmen yang kuat dari seluruh anggota.


Tinggalkan Balasan